TAMAN BACA, BUKAN TEMPAT SELFI

Penulis : Rahman

Pembangunan infrastruktur khususnya taman-taman kota oleh Pemerintahan Kota Palopo dua tahun terakhir patut diacungi jempol. Taman Baca misalnya, yang dulunya kurang didatangi oleh kalangan anak muda, kini setelah dilakukan renovasi dan lebih diperindah dengan lampu dan gasebo ternyata menjadi daya tarik anak muda untuk datang dan memanfaatkannya sebagai tempat rapat, berdiskusi,dan tempat latihan.

Pembaharuan taman baca itu ternyata telah menjadi salah icon yang banyak didatangi oleh anak muda, bukan hanya menjadi tempat rapat, diskusi, atau latihan tapi juga menjadi tempat selfi oleh kalangan anak muda yang biasa disebut dengan anak muda kekinian.

Sebagai mahasiswa saya sering mengunjungi taman baca sebagai tempat rapat komunitas. Dan, karena keseringan rapat dan ngumpul di taman baca, saya sedikit bertanya-tanya dalam hati, kok bisa motor bebas parkir dan berkeliaran di dalam wilayah taman baca, apakah tidak ada yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mengawasi taman baca dari hal-hal yang seperti itu. Tapi yang menjadi pertanyaan besar pribadi atau mungkin juga teman-teman yang sering berkunjung ke taman baca adalah bagaimana bisa ditempat yang sudah berlabel “baca” tidak dilengkapi dengan adanya perpustakaan. Dengan lampu-lampu dan gasebo yang sangat mendukung mestinya juga dilengkapi dengan perpustakaan. Taman baca seharusnya menjadi tempat membaca anak muda, bukan menjadi tempat selfi oleh anak muda “kekinian”.

Satu hal lagi yang mungkin dilupakan oleh pemerintah kota palopo terkait renovasi taman baca yaitu tempat parkir dan toilet. Terkait tempat parkir sebelum dan sesudah dilakukan renovasi Taman Baca masih saja tidak ada lahan tempat parkir yang dibuatkan, kita bisa maklumi mengingat hal itu adalah masalah umum yang dirasakan bagi sebagian kota-kota besar di indonesia termasuk Kota Palopo. Tetapi terkait toilet saya rasa kurang bisa diterima. Bagaimana bisa toilet terlupakan begitu saja, sedangkan gasebo dan lampu saja bisa dirubah. Mungkin kita sebagian warga palopo sudah terbiasa dengan kondisi toilet yang ada di sana, tanpa lampu dan pintu yang bolong. Tetapi, bagaimana jika orang luar palopo yang kebetulan ke taman baca dan ingin buang air kecil atau air besar kemudian mendapati toilet dengan kondisi demikian, tentu ini bisa menjadi pertanyaan besar bagi pengunjung tersebut. Bagaimana bisa taman baca yang tiap harinya ramai dikunjungi pengunjung dengan kondisi toilet yang begitu mengkawatirkan.

Dengan banyaknya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Palopo priode saat ini, seperti infrastruktur jalan, renovasi taman atau pemaanfaatan lahan menjadi taman kota memang sangat patut kita berikan pujian. Tapi, satu hal yang menurut pribadi dilupakan oleh pemerintah yaitu pembangunan sumber daya manusia. Membangun minat baca masyarakat kota palopo, misalnya sangat kurang kita ketahahu dan jumpai didalam program-programnya. Pemerintah menginginkan peningkatkan ekonomi masyarakat, sementara masyarakat kurang dibekali dengan pengetahuan. Sangat kurang program pemerintah yang bertujuan untuk membangun sumber daya manusia, hal ini bisa menjadi masukan untuk program pemerintah palopo di masa mendatang.

Kemudian pemerintah mengharapkan generasi muda bisa menjadi penerus bangsa dikemudian hari, tapi membaca buku saja jarang. Kita semua juga tahu, toko buku yang ada di kota palopo sangat minim. Ditambah lagi kurangnya program pemerintah membangun minat baca di kota palopo. Perpustakaan misalnya, yang seharusnya ada di taman baca malah tidak ada sama sekali. Dengan adanya perpustakaan di Taman Baca misalnya, bisa menjadi salah satu langkah dalam membangun minat baca masyarakat pada umumnya dan anak muda pada khususnya, sebagaimana yang diharapkan Kota Palopo di masa mendatang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Palopo.

Penutup dari penulis terkait tulisan diatas yaitu, Memperbanyak lagi program yang bertujuan membangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Pembangunan perpustakaan di tempat-tempat umum (seperti Taman Baca, Taman Kirab, dll) , memperbanyak pelatihan berbasis teknologi kepada petani, nelayan dan usaha-usaha mikro sebagai modal untuk meningkatan taraf hidup masyarakat Kota Palopo di masa mendatang.
#BloggerTanaLuwu.

Link sumber : http://limamenitbukapuasa.blogspot.co.id/2017/07/taman-baca-bukan-tempat-selfi.html

Berikan Komentar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*